Sabtu, 09 November 2013

Sejarah Berdirinya My Sister's Fingers

My Sisters Fingers merupakan sebuah komunitas perempuan Indonesia (bermarkas di Surabaya) yang memiliki kepedulian dalam mengedukasi masyarakat Surabaya dan sekitar pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk lebih mencintai handmade craft buatan anak negeri.

Bila Anda adalah perempuan Indonesia (berdomisili di mana saja) yang memiliki tujuan dan orientasi mengedukasi masyarakat Surabaya dan sekitarnya khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk lebih mencintai handmade craft buatan anak negeri, sila gabung di komunitas ini.

Catatan: Komunitas ini bergerak secara awal di Surabaya dan akan meluas ke daerah lain di Indonesia sesuai dukungan anggota My Sisters Fingers.

Let's share creativity, innovation, education, and love.
(Mari berbagi kreativitas, inovasi, edukasi, dan cinta)


Salam hangat selalu, My Sisters Fingers.



Demikianlah deskripsi awal tentang My Sister's Fingers yang dapat dijumpai di blog MSF (http://mysistersfingers.blogspot.com). Awal berdirinya digagas oleh Ririe Rengganis yang melihat adanya potensi bahwa Surabaya dapat pula menjadi kota yang mampu mandiri di bidang kerajinan tangan (handmade craft) dengan banyaknya crafter yang tinggal di Surabaya. Oleh karena itu, awal Desember 2011, Ririe mengajak beberapa orang crafter untuk bertemu dan menyusun format awal komunitas di sebuah resto di Royal Plaza. Crafter yang hadir pada awal Desember 2011 itu antara lain Rina (Namys Crochet Shop), Rita (Rumah Flanel), Endhini Senastri, Arina Marta, dan Liezz Flanel. Pertemuan itu akhirnya membuahkan sebuah komunitas crafter Surabaya yang awal berdirinya menyandang nama Komunitas Tangan Grathil Chapter Surabaya pada Januari 2012 dan melaksanakan workshop pertama pada Februari 2012.

Setelah workshop kedua pada Maret 2012, pengurus mengadakan evaluasi intern dan menyepakati bahwa nama komunitas berganti menjadi My Sister's Fingers untuk menghindari masalah yang mungkin terjadi di kemudian hari dengan formasi pengurus baru, yang diharapkan makin solid ke depannya, yaitu Ririe Rengganis, Rina (Namys Crochet Shop), Endhini Senastri, Arina Marta, Suci Wulandari, Maria Rosa Vincencius, dan Kiki Emeralda. Pengurus baru dan format baru yang kekeluargaan ini diharapkan dapat membangun komunitas yang sehat dan bahagia. Kepengurusan baru ini kemudian mengadakan bazaar craft pertama di Kampus ITS Sukolilo pada April 2012.

Setelah bazaar pertama tersebut, kegiatan rutin MSF banyak diisi kegiatan berbagi dan belajar craft online dan offline (yang daftar kegiatannya dapat dilihat pula di blog MSF). Kegiatan offline secara rutin diisi dengan workshop craft setiap bulan di Taman Flora Kebun Bibit Surabaya sampai MSF menginjak usia pertama pada Januari 2013. Pada ulang tahun pertama ini, MSF mengadakan craft share (workshop gratis) dan craft battle (lomba craft) dengan berbagai hadiah untuk pemenang.

Setelah ulang tahun pertama MSF, Suci Wulandari mengundurkan diri secara resmi sebagai pengurus MSF pada Februari 2013, karena ingin lebih berkonsentrasi mengurus perkembangan sang buah hati. Posisi humas yang kosong ini lantas diisi oleh Jauhara (penulis buku Cabochon, yang pernah mengisi workshop cabochon di MSF pada Desember 2012). Posisi humas ini resmi disandang Jauhara pada Maret 2013 dan sekaligus memindahkan lokasi workshop MSF yang semula di Taman Flora Kebun Bibit Surabaya ke kediamannya, yaitu Jalan Flores 9 Surabaya, hingga catatan ini ditulis.

Menjelang usia kedua MSF, entah akan ada pembelajaran apalagi yang mesti dihadapi komunitas agar ia tetap berdiri kokoh sekaligus menjadi dewasa secara bersamaan. Seperti niat awal dari penggagasnya, MSF didirikan dengan cinta, kasih sayang, dan semangat berbagi dalam kebersamaan. MSF ada untuk semua. MSF memang diniatkan untuk dimiliki semua agar ia beranjak dewasa dalam asuhan bersama. Sebab MSF memang bukan milik pribadi perseorangan masing-masing pengurusnya. Semoga MSF menjadi pribadi yang dewasa dan tidak egois, semakin bersemangat berbagi dalam kebersamaan.

Semoga niat baik di awal ketika MSF ini lahir tetap terjaga hingga akhir. Sebab MSF hadir karena cinta.



(Renungan menjelang ulang tahun yang kedua)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar